Di tengah keheningan desa yang masih
mempertahankan tradisi masa Orba, Jenderal
Perang Rizal melangkah masuk ke arena
pertandingan bela diri antar pelatih militer
yang diadakan di kota kecil Cirebon. Turnamen
ini bukan sekadar ajang pamer kekuatan, tapi
juga upaya untuk memperkuat semangat
nasionalisme yang mulai redup. Namun, saat Rizal
menang dengan mudah di babak pertama, ia
menyadari bahwa lawannya—seorang mantan rekan
senasib dari masa perang—telah mencuri rahasia
teknik bela dirinya.
Pengkhianatan itu tidak segera terbongkar.
Hingga suatu malam, ketika Rizal menemukan
sebuah surat di balik buku catatan lama, ia
membaca namanama orangorang yang dulu bersamanya
di medan perang, termasuk nama sang mantan lawan.
Surat itu menyebutkan bahwa beberapa teknik bela
diri yang ia kuasai sebenarnya berasal dari ilmu
rahasia yang diperoleh dari seorang tokoh mistis
di hutan Kuningan. Ilmu itu disebut Satria Kuno,
sebuah sistem pelatihan yang menggabungkan
kesenian bela diri dan mantra kuno, yang hanya
bisa dipelajari oleh mereka yang memiliki darah
raja.
Rizal memutuskan untuk mengungkap kebenaran. Ia
mengundang mantan lawannya ke rumah tua milik
ayahnya, tempat di mana ia pernah mengalami
mimpi aneh tentang seekor kuntilanak yang
mengajarkan gerakangerakan unik. Saat mereka
bertemu, Rizal memperlihatkan bukti bahwa teknik
yang diajarkan mantan rekan itu identik dengan
apa yang ia pelajari di hutan. Tapi, mantan
rekan itu malah menertawakannya, menyebut bahwa
ilmu itu sudah mati bersama zaman kolonial.
Ketegangan memuncak saat Rizal menemukan jejak
ritual tak wajar di hutan—kembang api biru yang
biasanya hanya muncul saat ada kekuatan gaib
sedang digunakan. Ia tahu, ada sesuatu yang
lebih besar dari sekadar persaingan bela diri.
Dalam kegelapan, ia melihat bayangan seorang
pria berpakaian tradisional yang menyerupai
siluet ayahnya. Di sana, Rizal memahami bahwa
pengkhianatan sahabat bukan sekadar urusan
pribadi, tapi bagian dari skenario yang ingin
mengubah sistem pelatihan militer menjadi
sesuatu yang jauh lebih gelap.
Dengan satu pukulan terakhir, Rizal memecahkan
cermin lama di ruang tamu, memperlihatkan bahwa
ia pun memiliki darah raja. MISTERI yang selama
ini mengendap akhirnya terpecahkan: ia bukan
hanya seorang jenderal, tapi pewaris dari ilmu
yang hilang. Dengan pengetahuan baru itu, ia
memutuskan untuk menghentikan turnamen, karena
hal itu akan menjadi pintu masuk bagi kekuatan
luar yang ingin memanfaatkan kelemahan bangsa.
Dunia Nostalgia berubah, tidak lagi hanya
tentang kenangan, tapi juga tentang kekuatan
yang tersembunyi di balik sejarah.


