Di tengah puingpuing Jakarta yang ditinggalkan

oleh kiamat, seorang jenderal perang bernama

Surya membawa sisasisa pasukannya melalui hutan

belantara yang kini dipenuhi makhluk tak dikenal

dan sisasisa teknologi lama. Dunia telah berubah:

kultivasi tidak lagi mengandalkan alam semesta

seperti dulu, tetapi bergantung pada kristal

energi yang bertebaran di tanah, yang disebut

"batu kultivasi". Mereka yang bisa

mengendalikannya memiliki kekuatan luar biasa,

namun juga menarik perhatian klanklan besar yang

bersaing untuk dominasi.

Surya mendapati bahwa salah satu dari batu itu

tersembunyi di gua bawah tanah milik keluarganya,

yang kini dikuasai oleh klan rivalnya, Klan

Garuda. Di sana, ia bertemu dengan wanita

misterius bernama Lintang, seorang ahli

kultivasi yang kabarnya sudah hilang selama dua

tahun. Ia menyimpan rahasia tentang bagaimana

batu kultivasi benarbenar bekerja—dan mengapa

mereka bisa mengubah hukum alam.

Ketika Surya mencoba merebut batu tersebut, Klan

Garuda menyerang. Dalam pertempuran, Lintang

menunjukkan kekuatan yang melebihi harapan,

bahkan mampu menghentikan serangan dengan hanya

mengayunkan tangan. Namun, ia tidak ingin

menggunakannya untuk perang. Ia ingin

menghancurkan batu itu, karena menurutnya, batu

kultivasi adalah sumber dari semua kekacauan

yang terjadi.

Surya menghadapi pilihan: mengikuti ambisi

perang atau mendengarkan peringatan Lintang. Di

tengah dilema itu, batu kultivasi meledak,

menghancurkan gua dan mengubah peta dunia. Batu

itu bukan hanya sumber kekuatan, tapi juga

pengingat bahwa manusia tidak boleh menguasai

alam semesta.

Akhirnya, Surya memilih menghancurkan sisa batu

yang tersisa. Klan Garuda mundur, dan Lintang

pergi tanpa pamitan. Dunia masih dalam kekacauan,

tapi setidaknya, ada sedikit ruang untuk harapan.