Pasar kota kecil di Jawa Barat berubah menjadi

medan perang saat pasukan Belanda menyerbu

kembali. Seorang wanita muda, yang dikenal

sebagai pengumpul informasi, hilang di tengah

kekacauan.

Dalam keheningan setelah penyerbuan, sahabat

setia yang selalu menemani dia mengungkap

rahasia: dia telah menyelidiki keberadaan

senjata rahasia yang disimpan oleh kelompok

pemberontak.

Di bawah bayangan malam, sahabat setia mencari

bukti dan menemukan suratsurat rahasia yang

menunjukkan adanya infiltrasi musuh di dalam

barisan pemberontak. Dia memutuskan untuk

mengungkap identitas pengkhianat sebelum mereka

bisa bertindak.

Saat dia menghadiri pertemuan rahasia, tiga

orang yang dia percaya mengepungnya. Mereka

membuka wajah: salah satunya adalah mantan

anggota militer yang dulu dipercaya, yang kini

bekerja untuk pihak yang berbeda.

Sahabat setia menolak menyerah. Dengan senjata

sederhana yang dia bawa, dia melawan dan

berhasil melarikan diri, tetapi terluka parah.

Di rumah sakit darurat, dia mengungkapkan

rahasia terakhir: senjata rahasia itu tidak ada.

Yang ada adalah rencana untuk membangkitkan

perlawanan baru dengan cara yang lebih halus.

Pemerintah daerah, yang awalnya ragu, mulai

mempercayainya. Kekacauan transisi berubah

menjadi kekuatan kolektif, meski harga yang

dibayar sangat tinggi.