Di tengah hutan lebat Jawa Tengah abad ke18,

seorang mahasiswi bernama Rina terbangun dari

tidur panjangnya. Tubuhnya berada di dalam kain

buruh usang, sementara di sekitarnya terdengar

suara gesekan senjata dan seruan perang. Ia baru

sadar bahwa dirinya telah terkutuk ke masa lalu—

masa klasik yang penuh konflik antara kerajaan

lokal dan kolonial Belanda.

Ia menemukan dirinya sebagai putri seorang tokoh

penghalang pergerakan nasional, seorang yang

dianggap sebagai pengkhianat oleh para pejuang.

Namun, Rina tidak ingin hidup sebagai bayangan

orang lain. Dengan ingatan masa depan yang ia

bawa, ia mulai merancang strategi perang yang

berbeda—strategi yang memanfaatkan pengetahuan

modern tentang psikologi, taktik gerilya, dan

pemetaan wilayah.

Di sebuah desa terpencil, ia bertemu dengan

seorang pria bernama Adi, seorang prajurit yang

berusaha menyelamatkan keluarganya dari pemboman

militer. Ia menjadi temannya, meski hubungan

mereka selalu dipenuhi ketegangan. Rina tahu

bahwa keberhasilannya bergantung pada

kemampuannya untuk mengubah alur sejarah tanpa

menghancurkan nilainilai yang ada.

Namun, kekuatan supernatural juga menghadangnya.

Roh kuno dari zaman kerajaan kuno, yang dikenal

sebagai "Kuntilanak" di mitos setempat,

muncul

saat ia mencoba mengubah arah pertempuran. Roh

itu memberinya mimpimimpi gelap yang

menggambarkan kehancuran jika ia gagal.

Dalam satu malam, Rina memimpin serangan rahasia

menggunakan informasi rahasia yang ia dapatkan

dari suratsurat lama. Ia mengarahkan pasukan ke

titik lemah musuh, mengubah jalannya pertempuran.

Namun, keberhasilan ini membayar harga: Adi

gugur dalam pertempuran, meninggalkan Rina

sendirian dengan beban kesedihan yang mendalam.

Dunia klasik berubah karena tindakannya, tapi ia

tetap melanjutkan perjalanan dengan hati yang

penuh melankolis. Ia tahu, meskipun sejarah

telah dimodifikasi, rasa sakit dan kehilangan

tetaplah bagian dari manusia. Dengan

langkahlangkah perlahan, ia berusaha menjaga

keseimbangan antara masa lalu dan masa depan,

sembari memperbaiki jejak yang ia tinggalkan.