Di tengah perang kemerdekaan Indonesia tahun

1946, seorang pria bernama Rizal menghadiri

acara ritual kuno di desa Sidoarjo. Ia bukan

manusia biasa—ia adalah Iblis Pencemburu yang

datang dari alam bawah tanah, dibawa oleh

kekuatan Dunia Kultivasi yang muncul saat perang

memecah belah negara. Ritual itu bertujuan untuk

menghidupkan roh leluhur, tapi Rizal ingin

menggunakannya untuk membangkitkan kekuatan yang

bisa membantunya memperoleh cinta seorang

perempuan bernama Siti, putri seorang tokoh

nasionalis.

Rizal mengubah ritual menjadi penipuan cinta. Ia

menyusup ke dalam keluarga Siti dengan mengaku

sebagai penyelamat desa, menawarkan kekuatan

magis untuk melindungi mereka dari ancaman

kolonial. Namun, ia tak sadar bahwa kekuatan

Dunia Kultivasi telah mengubah hukum alam: siapa

pun yang menggunakan kekuatan itu harus

memberikan sesuatu sebagai tebusan—jiwa atau

cinta.

Ketika Siti mulai percaya padanya, Rizal merasa

terancam. Dalam kegelapan hatinya, ia memutuskan

untuk mengorbankan diri sendiri agar bisa

mendapatkan cinta Siti secara permanen. Ia

memanggil makhluk horor lokal, pocong, untuk

membangkitkan rasa takut dan ketakutan di antara

penduduk. Tapi, kebencian dan gelapnya dunia

kultivasi juga mulai memakan dirinya sendiri.

Pada malam hari, saat ritual akhir dilakukan,

Rizal melihat bayangan dirinya sendiri—sosok

iblis yang tak terbendung. Ia menyadari bahwa

kekuatan yang ia gunakan justru membuatnya

semakin jauh dari cinta yang ia inginkan. Saat

ia mencoba menghentikan ritual, Siti menolaknya

dengan tegas, memilih menjaga kehormatan dan

kepercayaan pada bangsa daripada jatuh ke dalam

kebohongan.

Rizal lenyap dalam kabut malam, meninggalkan

sisasisa kekuatan kultivasi yang mengubah dunia

kembali ke bentuk aslinya. Desa Sidoarjo pulih,

tapi legenda tentang Iblis Pencemburu dan

penipuan cintanya tetap hidup dalam ceritacerita

rakyat, sebagai peringatan akan konsekuensi dari

kebencian dan ambisi.