Di sebuah kota kecil di Jawa Barat tahun 1947,

saat perang kemerdekaan masih menyala, seorang

pria bernama Rudi hidup sederhana sebagai tukang

batu. Ia ditinggal oleh istrinya saat melahirkan

anak pertama mereka, dan ia tak pernah menemukan

jejaknya lagi. Suatu malam, ia pulang lelah dari

pekerjaan, hanya untuk menemukan bayi perempuan

di atas meja kayu di depan pintu rumahnya,

dibungkus kain putih dengan tulisan tangan:

“Anakmu.”

Rudi terpaku. Tidak ada penjelasan, tidak ada

nama, hanya bayi yang terlihat baru lahir

beberapa jam sebelumnya. Ia merawat bayi itu,

memberinya makan, dan memanggilnya Nia. Tanpa

alasan jelas, Nia tumbuh cepat—di usia satu

tahun, ia sudah bisa berbicara dengan bahasa

yang aneh, campuran bahasa daerah dan katakata

asing.

Di kota itu, adat masih kuat. Setiap keluarga

harus memiliki garis keturunan yang jelas, dan

bayi tanpa ayah dianggap kutukan. Rudi, yang

selama ini dianggap gagal karena kehilangan

istri dan anak, kini menjadi bahan ejekan warga.

Namun, Nia mulai menunjukkan kekuatan tak biasa:

ia bisa membaca pikiran orang, memprediksi

kejadian, dan bahkan menghentikan api saat

kebakaran terjadi.

Ketika seorang tokoh setempat, Pak Darto,

mendengar cerita tentang Nia, ia datang dengan

niat baik—tapi juga membawa niat lain. Ia

menawarkan uang besar agar Nia diadopsi oleh

keluarganya, dengan alasan bahwa bayi ajaib

seperti ini harus dilindungi dan dikembangkan.

Rudi menolak, tetapi desasdesus semakin menggema.

Pada suatu malam, saat Rudi sedang bekerja di

lokasi proyek pembangunan bandara, Nia hilang.

Ia tidak kembali. Rudi mencari hingga ke pagi

hari, hanya menemukan jejak darah di tanah dan

potongan kain biru yang sama seperti yang

digunakan untuk membungkus Nia saat pertama kali

ditemukan.

Beberapa bulan kemudian, kabar menyebut bahwa

Nia telah diadopsi oleh keluarga kaya di Jakarta,

dan bahwa ia kini menjadi bintang dalam dunia

mistis. Rudi, yang kini hidup sendirian, menjual

rumahnya dan pergi ke Jakarta, bertekad

menemukan Nia. Di sana, ia belajar bahwa Nia

bukan sekadar bayi ajaib—dia adalah bagian dari

sebuah rahasia yang telah mengubah cara manusia

memandang dunia: kekuatan spiritual yang lahir

dari perubahan era, dan tidak bisa diatur oleh

aturan lama.

Rudi akhirnya menemui Nia, tapi ia tidak bisa

mengambilnya kembali. Kekuatan Nia telah

menyebar, dan dunia kini berubah. Kekacauan yang

ia bawa tak bisa dihindari, dan Rudi pun harus

menerima bahwa nasibnya, seperti nasib banyak

orang di masa transisi itu, adalah kisah tragis

yang tak bisa diulang.