Di sebuah desa kecil di Jawa Tengah, Rizal
tumbuh bersama dua sahabat karibnya, Andi dan
Surya. Mereka berjanji di bawah pohon jati tua
di depan rumah Rizal bahwa akan selalu bersama
hingga akhir hayat. Janji itu terasa seperti
perjanjian suci, mengikat mereka dengan ikatan
persahabatan yang kuat.
Tahun 1972, ketika Rizal memutuskan untuk
meninggalkan desa demi mengejar pendidikan di
Jakarta, Surya berjanji akan menjaga keluarga
Rizal selama ia pergi. Namun, beberapa tahun
kemudian, Rizal kembali ke desa setelah
mendengar kabar buruk: ayahnya sakit parah, dan
Surya tidak lagi tinggal di sana.
Ia mencari Surya ke manamana, hanya untuk
menemukan bahwa sahabatnya telah pergi ke kota
besar dan tak pernah memberi tahu. Di tengah
rasa kecewa dan marah, Rizal bertemu Andi, yang
ternyata masih tinggal di desa. Dari mulut Andi,
Rizal baru tahu bahwa Surya sudah lama
mengkhianati janji mereka—dia meninggalkan desa
bukan karena tak bisa menunggu, tapi karena
ingin melupakan Rizal.
Rizal terjebak dalam nostalgia yang menyakitkan.
Setiap kali melihat pohon jati itu, ia teringat
pada masa kecilnya yang penuh harapan, sebelum
pengkhianatan menghancurkan segalanya. Ia
memutuskan untuk mengubur masa lalu, tetapi
hatinya tak pernah benarbenar pulih.
Dalam satu malam gelap, Rizal memotong cabang
pohon jati tempat mereka berjanji. Ia memasukkan
potongan kayu itu ke dalam kotak kayu lama, lalu
menguburnya di halaman belakang rumah. Itu
adalah akhir dari sebuah era, dan awal dari
sebuah kehidupan baru tanpa bayangan masa lalu.
Hukum keras di desa tersebut mengharuskan setiap
orang yang meninggalkan desa harus memberi tahu
kepada seluruh warga. Namun, Surya melanggar
aturan ini, dan kehilangan kesempatan untuk
kembali. Pengkhianatan itu tidak hanya merusak
hubungan Rizal dan Surya, tapi juga mengubah
cara masyarakat desa memandang kepercayaan.
Saat matahari terbit, Rizal duduk di bawah pohon
jati yang masih berdiri tegak, tapi kini ia
duduk sendirian. Nostalgia telah berubah menjadi
pelajaran—dan dia siap untuk maju, meski hatinya
masih tertorek.


