Di tengah kekacauan Revolusi Kemerdekaan

Indonesia, seorang ustadz karismatik bernama

Arif berusaha menyelamatkan desanya dari

pemberontakan setan yang dikaitkan dengan ritual

lama. Ia dikenal karena kemampuannya membaca

aura dan memimpin doa yang mampu menenangkan

jiwajiwa tak tenang. Namun, ketika seorang tokoh

lokal yang disegani tibatiba meninggal dengan

luka yang tidak bisa dijelaskan, rasa takut

mulai merambat.

Arif mendapati bahwa ada pengaruh asing yang

masuk—bukan dari musuh luar, tapi dari dalam.

Seorang pemuda yang ia anggap sebagai murid

setia ternyata adalah agen rahasia militer

Belanda, bertugas untuk mematamatai gerakan

spiritual di daerah itu. Pemuda ini berhasil

memasuki lingkaran kepercayaan Arif dengan

mengaku memiliki bakat khusus.

Kekuatan tersembunyi yang selama ini dianggap

mitos mulai muncul: bayangan kuntilanak

menghantui sawah, dan suara bisikanbisikan jahat

mengganggu tidur warga. Arif harus memilih

antara melindungi desanya dengan kekuatan rohani

atau mengungkap kebohongan sang pemuda, yang

telah mencemarkan nama baiknya.

Dalam satu malam, ia melakukan upacara doa besar

di lapangan desa, mengundang seluruh warga. Saat

matahari terbenam, bayangan raksasa muncul dari

hutan, menyerupai sosok manusia yang memakai

baju kain sutra hitam. Arif menghancurkan benda

yang disimpan oleh pemuda itu—sebuah buku

catatan ajaib yang berisi mantra dan petunjuk

cara mengendalikan makhluk gaib.

Benda itu meledak, memancarkan cahaya putih yang

mengusir bayangan. Tapi, kekuatan tersembunyi

itu ternyata tidak mati. Arif sendiri terkena

efeknya: ia mulai melihat dunia dalam dua

dimensi, dan suaranya terdengar seperti bisikan

dari alam bawah tanah.

Mood melankolis menggantung di udara. Desa itu

tidak lagi aman. Arif harus menjaga keseimbangan

antara kepercayaan dan kebenaran, sementara

kekuatan tersembunyi yang dijauhi rakyat

akhirnya menemukan jalan masuk ke dunia manusia.