Kampung Lembah Biru menggelar pesta pernikahan
tahunan. Dalam keramaian, wanita muda bernama
Siti ditemukan tewas di bawah pohon beringin tua.
Kematian ini menjadi awal kekacauan yang tidak
bisa dihentikan.
Penyihir sakti yang tinggal di gubuk tua mulai
menelusuri jejak sihir dan kekuatan yang tak
terlihat. Dia memahami bahwa kampung ini pernah
dipimpin oleh seorang raja yang menyembunyikan
identitas aslinya. Pada masa Nostalgia, semua
orang percaya pada kekuasaan yang ada, tapi kini
kebenaran mulai menggelegar.
Saat bulan purnama, para pengemis yang dulu
dianggap sebagai hantu mulai berkumpul di
pinggir kampung. Mereka membawa surat dari masa
lalu yang mengungkapkan bahwa Siti bukanlah
korban biasa, melainkan putri dari seorang
pemimpin yang dibunuh karena mencoba mengubah
sistem. Sihir yang dia pelajari ternyata adalah
warisan dari ayahnya, yang telah lama hilang.
Dalam malam yang tegang, penyihir sakti
menghadapi pilihan: mengungkap kebenaran atau
menjaga ketenangan kampung. Dia memilih untuk
membuka tutup rahasia, meski itu berarti
merobohkan seluruh struktur yang selama ini
dipegang teguh.
Pesta pernikahan berubah menjadi ritual
penutupan masa lalu. Para pengemis menghilang,
kampung kembali tenang, tapi satu hal tetap
berubah: identitas asli penyihir sakti
terbongkar. Dia bukan hanya pembawa kebenaran,
tapi juga pewaris sebuah kekuasaan yang harus
dijaga dengan hatihati.


