Di sebuah desa kecil di Jawa Barat, bulan
purnama menyemburatkan aura gelap. Sari, seorang
wanita muda berusia 27 tahun, kembali ke kampung
halamannya setelah kabar tak terduga datang:
neneknya, Ibu Tini, mengalami serangan jantung
akibat gangguan spiritual yang memengaruhi
seluruh keluarga. Dalam kepercayaan setempat,
hal ini menunjukkan adanya ritual lama yang
gagal ditutup—ritual pengorbanan darah untuk
menenangkan roh leluhur yang marah.
Sari tahu bahwa neneknya pernah menjadi bagian
dari komunitas penari pengusir roh, tetapi
meninggalkannya karena trauma masa lalu. Namun,
ia juga tahu bahwa kakeknya, Pak Rudi, adalah
seorang vampir purba yang terjebak dalam sumpah
abadi untuk melindungi desa dari kekuatan jahat.
Kini, sumpah itu mulai retak, dan kekuatan gaib
mengancam nyawa semua penduduk.
Ketika Sari membuka kuburan leluhur mereka, ia
menemukan buku catatan tua yang mengungkap
rahasia keluarganya: bahwa kakeknya pernah
mencoba menghentikan ritual itu dengan
mengorbankan dirinya sendiri, tetapi gagal. Kini,
hanya satu cara untuk menghentikannya: Sari
harus menyelesaikan misi penyelamatan yang dulu
dihindarkannya, yaitu memperbarui kesepakatan
antara manusia dan makhluk gaib dengan darah
keturunan yang masih segar.
Pada malam purnama, Sari memasuki hutan
terlarang dengan kain putih dan obor. Di bawah
pohon besar, ia bertemu dengan rohroh leluhur
dan kakeknya yang sedang terjebak dalam bentuk
bayangan hitam. Dengan air mata dan tekad, ia
menawarkan darahnya sebagai pengganti korban.
Rohroh mengizinkan perdamaian, tapi dengan
syarat: keluarga Sari harus kembali menjaga
tradisi lama, atau kekuatan jahat akan bangkit
lagi.
Misi penyelamatan selesai, tapi warisan keluarga
kini menjadi beban baru. Sari pulang dengan hati
berat, tahu bahwa kehidupan normal telah
berakhir. Di bawah langit gelap dan bulan
purnama, ia berjanji untuk menjaga kesepakatan
itu—sekaligus melindungi generasi mendatang dari
kegelapan yang kembali mengancam.


