Di tahun 2047, teknologi kloning telah mencapai
titik dimana manusia bisa "menyimpan"
jiwa dalam
kapsul kristal. Namun, sistem itu runtuh saat
sebuah kebocoran data menyebabkan hilangnya
ratusan anak yang diklaim lahir dari klona. Pria
bernama Rizal, seorang insinyur yang tak
memiliki keturunan, diperintahkan oleh
pemerintah untuk menikahi selir cerdik bernama
Sari, satusatunya individu yang mampu memecahkan
kode rahasia pengklonan.
Sari bukan hanya pintar, ia juga tahu bahwa
kehilangan anakanak itu bukan kecelakaan semata.
Ia menyembunyikan sebuah file dalam jantung
mekanisnya, sebuah bukti bahwa pemerintah
sengaja membuang klona yang tidak sesuai standar
moral. Pernikahan paksa mereka berlangsung di
bawah tekanan hukum dan ancaman pembunuhan,
namun Sari menolak menjadi alat bagi kekuasaan.
Di tengah ketegangan, Rizal menemukan jejak anak
lakilakinya, yang ternyata telah dilahirkan dari
klona dan dibuang. Dengan bantuan Sari, ia
membongkar lab rahasia di bawah laut, tempat
ribuan klona disimpan dalam kegelapan. Di sana,
mereka menemukan bahwa kehilangan anak bukanlah
kebetulan—ini adalah rencana besar untuk
mengontrol populasi melalui teknologi.
Ketegangan mencapai puncak saat Sari
mengorbankan dirinya sendiri untuk menghancurkan
server utama. Rizal, yang sebelumnya skeptis,
akhirnya percaya pada cinta dan kebenaran. Dunia
fiksi ilmiah itu berubah: teknologi kloning
dilarang, dan nama Sari diabadikan sebagai
simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang salah.
Rizal hidup dengan bayi klona yang selamat,
menjadi pengingat bahwa meski dunia bisa berubah,
kehilangan anak tetap menjadi luka yang tak
pernah sembuh.


