Di tengah kota Jakarta yang hancur akibat
ledakan nuklir, sisasisa manusia hidup di bawah
tanah, bergantung pada sistem yang tersisa. Pria
bernama Arif, seorang mantan guru yang
kehilangan keluarganya, dipaksa oleh komunitas
untuk memenuhi kesepakatan lama: menikahi Rina,
sahabat setianya yang selama ini menjaga
kehidupannya. Perjanjian itu dibuat ketika
mereka masih muda, sebagai jaminan bahwa Arif
akan bertanggung jawab atas masa depan Rina jika
ia tidak bisa melanjutkan pendidikan.
Tahuntahun kemudian, ketika kiamat datang,
mereka terpisah. Rina menghilang, dan Arif hanya
ditinggal sebuah surat yang menyatakan bahwa ia
harus menemukan Rina dan membawanya kembali. Di
bawah tanah, ia mencari tahu bahwa Rina adalah
salah satu dari sedikit orang yang berhasil
bertahan dengan cara unik—dia mengumpulkan
sisasisa energi dari alam untuk bertahan hidup.
Arif mengikuti jejaknya ke daerah pelosok pulau
Jawa, tempat kekuatan spiritual masih ada. Di
sana, dia menemukan bahwa Rina telah menjadi
simbol harapan bagi para pengungsi. Tapi, ia
juga mengetahui bahwa Rina tidak ingin kembali
ke dunia di bawah tanah, karena ia merasa itu
adalah tempat kematian, bukan kehidupan.
Dalam pengorbanan diri, Arif memilih untuk tetap
bersamanya, meninggalkan komunitasnya dan
mengambil risiko menghadapi bahaya di permukaan.
Ia tahu bahwa dengan mengikuti Rina, ia mungkin
tidak akan bertahan lama, tapi ia percaya bahwa
hidup harus dilanjutkan dengan cinta, bukan
keputusan pragmatis.
Di balik rasa gelisah yang terusmenerus
menghantuinya, Arif menemukan makna baru dari
perjanjian lama itu: bukan sekadar tanggung
jawab, tapi juga harapan. Dan meski dunia hancur,
ia memilih untuk melangkah maju, dengan Rina di
sisinya.
Hukum tersembunyi yang mengatur kehidupan
pascakiamat adalah bahwa siapa pun yang ingin
bertahan harus membayar harga dengan kehilangan
sesuatu yang paling berharga. Arif membayarnya
dengan kebahagiaan, dan Rina dengan kebebasan.
Tapi mereka tetap bertahan—bukan karena kekuatan,
tapi karena cinta yang tidak pernah pudar.


