Pabrik kaca di Jawa Timur tibatiba menghasilkan

bayi dengan kemampuan super. Mereka disebut

"Anak Bintang" dan dibawa pergi oleh

pemerintah

baru yang memerintah dengan sistem kontrol otak.

Gadis polos dari desa kecil, Siti, lahir dengan

kemampuan membaca pikiran, tetapi tidak sadar

akan kekuatannya.

Pemerintah menyebarkan undangundang: setiap anak

bintang harus ditempatkan dalam program

pendidikan elit. Siti ditangkap saat bermain di

sawah, lalu dibawa ke kota. Di sana, dia

diajarkan untuk menekan emosi orang lain,

mengubah pikiran mereka menjadi alat kekuasaan.

Dia diberi nama "CEO Dingin" karena

kemampuannya

menghentikan emosi dengan hanya melihat mata

seseorang.

Siti menolak. Dia mencoba melarikan diri, tetapi

sistem keamanan kota memantau semua gerakannya.

Setiap kali dia mencoba mengganggu kontrol, dia

diberi hukuman: dipaksa melihat wajah orang tua

yang telah dibunuh oleh pemerintah. Kekerasan

ini adalah aturan utama: tidak ada keluarga yang

bisa selamat jika anaknya menjadi Anak Bintang.

Di tengah tekanan itu, Siti bertemu dengan

seorang penjaga kota yang juga seorang Anak

Bintang, tapi ia memilih untuk membantu

orangorang biasa. Mereka bersepakat untuk

mencuri data tentang sistem kontrol otak. Tapi

ketika mereka berhasil, Siti menemukan bahwa

dirinya sendiri adalah bagian dari rencana besar

pemerintah: dia adalah anak angkat dari salah

satu pemimpin, yang ingin menguasai negara

dengan memanipulasi rakyat melalui emosi.

Dalam pertempuran akhir, Siti memutuskan untuk

melepaskan semua emosi yang pernah ia kendalikan.

Dia membiarkan ratusan orang merasakan kebebasan

yang mereka hilang. Pemerintah runtuh, tapi Siti

hilang. Dia tidak tahu apakah dia mati atau

hanya berpindah ke tempat lain. Yang pasti, dia

tidak lagi menjadi CEO Dingin.