Seorang anak yatim piatu ditemukan di bawah

pohon beringin tua di desa terpencil, tubuhnya

terluka parah namun masih hidup. Penduduk desa

mengira dia adalah korban penculikan, tetapi

mereka tidak tahu bahwa dia telah menyaksikan

ritual terlarang yang memicu perubahan sistem

dunia.

Sistem yang selama ini menjaga keseimbangan

antara manusia dan makhluk halus mulai goyah.

Angin berbisik dengan suara manusia, hewanhewan

menjadi ganas tanpa sebab, dan bulan berubah

warna menjadi kuning pucat. Orangorang mulai

takut pada bayangan sendiri.

Anak yatim piatu itu diselamatkan oleh seorang

nenek tua yang dikenal sebagai penjaga kebenaran

lama. Dia mengetahui bahwa si anak memiliki

kemampuan unik: bisa melihat bentuk asli dari

makhluk yang bersembunyi di balik manusia. Nenek

itu memberinya tugas: menghentikan ritual yang

sedang berlangsung di gua bawah tanah, tempat

para pemimpin desa bersekongkol dengan entitas

luar alam.

Di gua, anak yatim piatu menemukan bukti bahwa

ritual tersebut tidak hanya untuk meminta

perlindungan, tapi juga untuk mengganti sistem

yang ada dengan yang baru—sistem yang akan

menghilangkan manusia biasa dan hanya menyisakan

yang berdarah mistis. Dia menemukan sebuah batu

bercahaya yang menjadi inti ritual, dan saat dia

menyentuhnya, sistem dunia berubah: waktu mulai

bergerak mundur, suara orangorang terdengar

seperti ekornya, dan langit berubah menjadi

hitam pekat.

Nenek tua tibatiba muncul, membawa senjata

berbentuk pedang kayu yang bisa memotong energi

gaib. Dia memperingatkan bahwa jika ritual

selesai, semua orang akan menjadi bagian dari

sistem baru yang tidak bisa dikendalikan. Anak

yatim piatu harus memilih: membantu ritual agar

berjalan atau merobohkannya meski berisiko besar.

Dia memutuskan untuk merobohkan ritual. Dengan

bantuan nenek, dia menghancurkan batu bercahaya,

memicu ledakan energi yang menghancurkan gua.

Sistem dunia kembali stabil, tetapi anak yatim

piatu terluka parah. Nenek tua menggendongnya

keluar, sementara desa mulai pulih dari

ketakutan.

Bulan kembali putih, angin kembali tenang, dan

orangorang kembali percaya pada dunia yang

mereka kenal. Anak yatim piatu tidak lagi bisa

melihat bentuk asli makhluk, tetapi dia tahu

bahwa sistem yang ada tetap bisa berubah—dan dia

menjadi bagian dari perubahan itu.