Pria diberi tugas untuk menyelidiki hilangnya
senjata dari pos militer. Di tengah kekacauan
Transisi, ia menemukan bukti konspirasi antar
klan yang berusaha memperkuat kekuasaan mereka
dengan merusak perjuangan kemerdekaan.
Ia bertemu dengan wanita yang dulu dicintainya,
kini menjadi tokoh penting di salah satu klan.
Kedua pihak saling menggertak, tetapi hubungan
masa lalu membuatnya ragu. Atasannya memberinya
ultimatum: lakukan tugas atau dianggap
pengkhianat.
Dalam penyelidikan, Pria menemukan dokumen
rahasia yang menunjukkan bahwa senjata itu
dirancang untuk membangkitkan kekuatan lama,
sebuah ritual yang tidak boleh dilakukan. Ia
harus memilih antara menjalankan perintah atau
menghentikan bencana yang akan menghancurkan
seluruh wilayah.
Akhirnya, Pria menghancurkan dokumen dan membawa
senjata ke tempat aman. Klan yang terlibat
menyerah, tetapi ia kehilangan wanita yang
dicintai. Dalam kekalahan, ia merasa telah
memenangkan perang yang tidak pernah selesai.


