Di tengah gejolak Transisi, sebuah kota kecil di
Jawa Barat menjadi medan pertarungan antara para
pejuang dan penjajah. Di sana, seorang pria
bernama Rizal, seorang hacker misterius,
bersembunyi di balik layar komputer usang di
rumah tua milik pamannya. Ia dikenal karena
kemampuannya mengakses sistem rahasia militer
melalui jaringan gelap yang dibangun dari
sisasisa perang.
Rizal punya satu tujuan: membunuh sang komandan
penjajah yang telah membunuh ayahnya. Namun, ia
tidak bisa bertindak sendirian. Dengan bantuan
seorang perempuan muda bernama Siti, seorang
pelajar sekolah umum yang tak sadar akan
kekuatan spiritual nenek moyangnya, mereka
merencanakan infiltrasi ke markas musuh.
Aturan keras berlaku: setiap aksi harus
diamankan dengan ritual pengusiran roh jahat.
Jika tidak, maka kekuatan supernatural musuh
akan menghancurkan mereka. Rizal tahu ini bukan
hanya tentang balas dendam, tapi juga tentang
menjaga warisan leluhurnya.
Pada malam penyergapan, Rizal menyusup masuk ke
markas dengan data yang ia curi. Tapi saat ia
mengungkap identitas komandan, ia terkejut. Sang
komandan adalah mantan guru ayahnya—seseorang
yang pernah memberinya pelajaran tentang
keadilan.
Siti, dengan kekuatan leluhurnya, menghalangi
serangan jin pembawa kematian yang dikirim oleh
musuh. Dalam kesedihan, Rizal memilih untuk
menghentikan misi. Ia memasukkan data rahasia ke
dalam sistem, lalu pergi.
Malam itu, kota mulai berubah. Kekuasaan
penjajah runtuh. Paman Rizal, yang selama ini
diam, mengatakan bahwa keputusan itu adalah
bagian dari rencana Tuhan.
Rizal, dengan air mata di pipi, menatap langit
yang mulai cerah. Balas dendamnya bukanlah
kematian, tapi keadilan yang mengharukan.


