Di Jakarta tahun 2023, Siti Aminah, seorang
putri buangan dari desa terpencil, tiba di kota
untuk melanjutkan pendidikan. Ia membawa beban
masa lalu: keluarga yang hancur karena konflik
tanah, dan dirinya yang dianggap tidak layak
oleh masyarakat. Di kampus, ia bertemu dengan
Rizal, mahasiswa jurusan ekonomi dari keluarga
kaya yang berpengaruh. Hubungan mereka dimulai
dari sebuah kesalahan—Siti salah masuk ruang
kelas Rizal, dan tak sengaja menyebut nama
ayahnya, seorang tokoh proreformasi yang dikenal
keras kepala.
Beberapa minggu kemudian, Rizal mengajukan akad
nikah paksa, didorong oleh ayahnya yang ingin
memperkuat pengaruh keluarganya lewat pernikahan
politik. Siti menolak, tetapi kekuatan uang dan
tekanan sosial membuatnya terjebak. Di bawah
tekanan, ia harus menghadiri pesta pernikahan
yang diselenggarakan secara diamdiam di rumah
Rizal. Malam itu, ia melihat foto lama ayah
Rizal bersama ayahnya, menunjukkan bahwa kedua
keluarga pernah berseteru saat era transisi.
Dalam kegelapan malam, Siti melarikan diri dari
pesta, mencari jawaban tentang masa lalu yang
selama ini disembunyikan. Di sebuah pasar
tradisional, ia bertemu dengan seorang penjual
jamu tua yang mengetahui rahasia keluarga Rizal.
Dengan bantuan jamu ajaib, Siti mendapat
penglihatan—dia melihat masa lalu: ayah Rizal
pernah menjadi pengacara yang membantu ayahnya
dalam kasus tanah, tapi akhirnya membelot karena
tekanan politik.
Ketika penglihatan itu berakhir, Siti kembali ke
kampus, membawa bukti yang bisa menggoyahkan
reputasi Rizal. Tapi, ia juga menyadari bahwa
cinta antara mereka bukan sekadar pertaruhan
politik, melainkan pertarungan antara dua jiwa
yang samasama terluka. Dalam keputusan akhir,
Siti memilih mengungkap fakta tersebut, meski
harus berhadapan dengan ancaman dari pihakpihak
yang ingin menjaga status quo.
Pernikahan paksa itu berakhir tanpa pelaksanaan.
Dunia yang dibangun oleh ketertiban modern dan
kepentingan pribadi retak, dan Siti, dengan
segala kelemahan dan kekuatannya, berhasil
merobek jaring kebohongan yang selama ini
mengunci hati dan masa depannya.


