Seorang nenek moyang menggali kuburan leluhur di

desa terpencil saat pemerintah baru mengumumkan

sistem game wajib untuk semua warga. Pemuda desa

dipaksa menikahi orang asing melalui aplikasi

yang memilih pasangan berdasarkan "kecocokan

digital".

Keluarga nenek moyang menolak prosesi akad,

tetapi pihak berwenang mengancam hukuman kerja

paksa jika tidak mematuhi aturan. Nenek moyang

memaksa putrinya menikah dengan seorang pria

dari kota yang tidak dikenal, meski ia masih

berpacaran dengan sahabat lama.

Saat akad berlangsung, sistem game tibatiba

mengaktifkan fitur "ujian cinta" yang memaksa

pengantin untuk saling menyerang dalam

pertarungan fisik. Nenek moyang mencoba

menghentikan acara, tetapi petugas menahan

tangannya sambil mengatakan, "Ini adalah hukum

baru."

Pengantin wanita terluka, tetapi sistem game

menganggapnya sebagai "kemenangan".

Nenek moyang

melepaskan senjata tradisional yang ia simpan

selama puluhan tahun, membunuh dua petugas dan

melarikan diri dengan putrinya.

Setelah kabur, mereka menemukan kuburan leluhur

yang terbuka, menyemburkan asap hitam dan suara

bisikan. Nenek moyang memahami bahwa sistem game

bukanlah teknologi biasa, tetapi bentuk penjara

spiritual yang mengikat jiwa leluhur.

Di bawah langit gelap, nenek moyang memutuskan

untuk menghancurkan sistem game dengan cara yang

tidak bisa dibalas oleh pemerintah. Ia membakar

dokumen akad dan menghancurkan alat pemantau di

desa.

Pemerintah mengirim pasukan untuk menangkap

mereka, tetapi nenek moyang sudah menghilang.

Desa itu menjadi lokasi terlarang, ditinggalkan

oleh semua penduduk. Sistem game tetap berjalan,

tetapi satusatunya orang yang bisa

menghentikannya adalah nenek moyang yang telah

berubah menjadi mitos.