Pria bertubuh kurus menerima surat dari orang

asing. Surat itu menyebutkan nama keluarganya

yang telah lama hilang, menyuruhnya datang ke

hutan yang dianggap angker. Dia adalah anak

yatim piatu, tumbuh di kamp pengungsian setelah

ayahnya dibunuh saat revolusi. Tidak ada uang,

tidak ada harapan, hanya rasa penasaran yang

memaksa dia berjalan melewati jembatan kayu

rapuh dan bau tanah basah.

Di hutan, dia menemukan sebuah gua yang

tersembunyi di balik semak belukar. Di dalamnya,

sekelompok orang mengenakan pakaian hitam

mengelilingi api besar. Mereka menyambutnya

dengan senyum dingin, memanggilnya "Putra

Darah"

dan memaksanya memegang benda logam berbentuk

bulat. Itu adalah batu ritual yang dikatakan

bisa mengubah nasib seseorang. Tapi ini bukan

ritual biasa — ini ritual terlarang yang

dilarang oleh pemerintah baru, yang dianggap

mengganggu keseimbangan alam dan manusia.

Dia dipaksa untuk mengucapkan katakata yang

tidak ia pahami. Saat itu, hutan mulai bergetar.

Angin berbisik, daun bergerak sendiri. Dia

melihat bayanganbayangan berdiri di balik semak,

makhluk yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

Mereka adalah keturunan bangsawan yang

diasingkan, yang masih memegang kuasa lama.

Cinta beda kasta terjadi antara dia dan putri

salah satu mereka, tapi hubungan itu dianggap

mustahil. Keluarga mereka sudah saling membenci

selama generasi.

Ritual itu berjalan hingga larut malam. Ketika

hari mulai terang, Pria itu merasa berbeda.

Tubuhnya lebih kuat, matanya bisa melihat halhal

yang sebelumnya tidak terlihat. Tapi dia juga

merasakan sakit yang tak pernah ia alami

sebelumnya. Batu ritual itu memberinya kekuatan,

tapi juga membebani hatinya dengan beban yang

tak bisa ia lepas. Dia harus memilih: tetap

hidup dengan kekuatan itu, atau menghancurkannya

dan kembali menjadi orang biasa.

Keesokan harinya, dia kembali ke kamp

pengungsian. Tapi semua orang berpaling darinya.

Mereka mengira dia sudah gila, atau bahkan

mungkin iblis. Dia mencari putri itu, tapi dia

sudah hilang. Hutan itu tetap gelap, tapi kini

Pria itu tahu bahwa ia bukan lagi orang biasa.

Dia adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar,

dan itu akan terus mengikuti dia sampai akhir.