Di tengah kota Jakarta yang modern, sebuah

laboratorium rahasia milik perusahaan farmasi

ternama berdiri gelap dan tertutup. Dokter

jenius, Arif, diberi tugas menyelesaikan proyek

obat antikecanduan narkoba yang dinamakan "Roh

Kuning". Namun, saat ia menguji formula terakhir,

satu dosis tak sengaja disuntikkan ke dirinya

sendiri. Ia mulai mengalami halusinasi—bayangan

manusia dengan mata kosong dan tangan terbelah

muncul di sudut ruangan, seperti penonton diam

yang menilai setiap langkahnya.

Skandal perusahaan pecah ketika seorang mantan

pekerja mengungkap bahwa obat itu bukan hanya

racun untuk narkoba, tapi juga bahan ritual dari

tradisi lama yang dilupakan. Rohroh yang

terkunci di dalam bahan baku memprotes

eksistensi mereka. Arif menyadari bahwa selama

ini, perusahaan menggunakan ritual mistis untuk

mempercepat pengembangan obat, mengorbankan

makhluk gaib yang tidak bisa berkatakata.

Kisah tragisnya berlangsung saat ia mencoba

membatalkan proyek tersebut. Setiap kali ia

mendekati pintu lab, bayanganbayangan itu

menghalanginya, membuatnya kehilangan kesadaran.

Pemimpin perusahaan mengetahui kegagalannya dan

memutuskan menggantinya dengan rekan kerja yang

lebih patuh. Arif, dalam kondisi mental yang

semakin rapuh, melarikan diri ke desa asalnya di

Jawa Barat, tempat ia percaya rohroh itu bisa

dibujuk kembali.

Di desa, ia bertemu dengan seorang leluhur yang

masih hidup, sang penjaga warisan ritual. Dengan

bantuan sang leluhur, Arif memahami bahwa rohroh

itu bukanlah makhluk jahat, tapi korban dari

ambisi manusia. Ia harus memilih: menyelamatkan

rohroh itu dengan menghancurkan formulanya, atau

terus menjadi bagian dari skandal yang

menghancurkan dirinya sendiri.

Dalam sebuah ritual akhir, ia meleburkan dirinya

dengan formula obat, mengubah dirinya menjadi

makhluk antara dunia nyata dan gaib. Roh Kuning

pun lenyap dari permukaan bumi, dan Arif menjadi

legenda yang hanya diingat dalam ceritacerita

rakyat, penuh melankolis dan penyesalan.