Pria berjalan di jalanan desa yang hancur akibat

perang kemerdekaan, membawa surat dari ayahnya

yang hilang. Di bawah langit berawan, ia

menemukan gua tersembunyi yang terpahat dengan

simbolsimbol kuno.

Di dalam gua, ia menemukan batu bertuliskan

bahasa lama. Saat menyentuhnya, dunia berubah:

waktu menjadi tidak pasti, suara orangorang

berbicara dalam bahasa yang tidak ia kenali. Ia

diberi tugas: mengumpulkan tiga bagian

peninggalan nenek moyang sebelum sistem

permainan menghancurkan masa depan.

Dia memasuki kamp militer, di mana prajurit dan

rakyat saling bersaing untuk kekuasaan. Di sana,

ia bertemu dengan wanita muda yang mengenakan

cincin berbentuk bulan sabit. Ia disuruh mencari

bagian kedua di kota yang dibakar oleh pasukan

kolonial.

Di kota yang hancur, ia menemukan peta tertutup

debu. Saat membuka, ruang di sekitarnya mulai

bergetar. Sebuah aturan baru berlaku: setiap

orang yang melihat peta akan terpaksa memilih

antara hidup atau mati. Pria itu memilih untuk

melanjutkan.

Di tempat terakhir, ia menemukan makam nenek

moyang yang dijaga oleh bayangan tak berbentuk.

Saat ia memasukkan semua bagian peninggalan,

sistem permainan runtuh. Dunia kembali normal,

tetapi ia sadar bahwa masa lalu telah berubah.

Ayahnya masih hilang, tapi kini ada jejak baru

yang bisa diikuti.

Ia meninggalkan gua, langkahnya berat, tetapi

matahari mulai terbit di balik gundukan tanah.