Pria bernama Rizal, seorang jenderal perang yang
pernah bertarung di garis depan Revolusi
Kemerdekaan, ditemukan di sebuah ruangan bawah
tanah di Jakarta tahun 1946. Di sana, ia
menemukan sebuah arloji kuno yang tak ia kenal.
Saat ia mencoba memperbaikinya, arloji itu
meledak dan menyemburkan cahaya biru. Ia
terbangun di Jakarta tahun 2024, dengan pakaian
modern dan dunia yang asing.
Di masa depan ini, ia menemukan dirinya terikat
oleh kontrak pernikahan dengan seorang wanita
bernama Siti, yang merupakan cucu dari seorang
tokoh nasionalis. Kontrak itu ditulis dalam
bentuk digital, tetap berlaku meskipun ia tidak
ingat membuatnya. Ia harus memenuhi syaratsyarat
kontrak: menikahi Siti, membayar denda jika
menolak, dan menjaga rahasia masa lalunya.
Dalam perjalanan waktu, Rizal menyadari bahwa
kehadirannya telah mengubah alur sejarah. Para
pemimpin masa depan mengenali namanya, dan ia
menjadi bagian dari sebuah organisasi rahasia
yang ingin memperbaiki masa depan Indonesia
dengan caracara kontroversial. Namun, ia juga
menemukan bahwa Siti memiliki kemampuan untuk
melihat masa lalu dan masa depan, sesuatu yang
membuatnya merasa terancam.
Aturan keras diterapkan: siapa pun yang mencoba
mengubah masa lalu akan dihukum mati, dan
kontrak pernikahan tidak bisa dibatalkan tanpa
persetujuan kedua belah pihak. Ketika Rizal
mencoba menghubungi tokohtokoh sejarah untuk
memperbaiki alur, ia justru memicu kekacauan
yang membuat Jakarta terancam oleh ancaman
supernatural—makhluk horor lokal yang bangkit
akibat ketidakseimbangan waktu.
Di tengah tekanan ini, Rizal harus memilih
antara mematuhi kontrak atau memperbaiki masa
depan. Dengan bantuan Siti, ia menemukan cara
mengakhiri perjalanan waktunya, tapi hanya
dengan satu syarat: ia harus menikahi Siti
secara sah di hadapan para tokoh nasionalis masa
kini.
Akhirnya, di sebuah acara pernikahan yang
diselenggarakan di Istana Merdeka, Rizal
menikahi Siti. Arloji kuno itu meledak lagi,
mengembalikan semua hal ke jalurnya. Tapi ia
tahu, perjalanan waktu telah meninggalkan jejak
yang tak bisa dihapus. Jakarta masih mencekam,
dan bayangan masa lalu tak akan pernah
benarbenar hilang.


