Jakarta tahun 2023 berubah tanpa suara. Jalanan

tidak lagi penuh mobil, melainkan tandatanda

berkedip di udara: peta digital mengalihkan arus

manusia seperti sungai terkontrol. Setiap orang

memiliki "poin kesadaran"—nilai yang dipantau

oleh sistem game yang tak terlihat. Berjalan di

jalur salah? Denda waktu. Menolak perintah

anonim dari layar muncul di dinding? Hilang

ingatan.

Pria itu—Raka—bukan warga biasa. Ia detektif

swasta yang mencari korban hilang di antara

jutaan orang yang tampaknya tak punya riwayat.

Tapi saat menyelidiki kasus seorang ibu yang

lenyap setelah memasukkan nama anaknya ke

aplikasi "Kenangan Terakhir", ia

menemukan file

tersembunyi: rekaman video tua dari tahun 1986.

Bukan rekaman biasa. Itu ritual. Sebuah

pengumpulan doa di halaman rumah tua di Cianjur,

di mana empat orang membakar dupa dan membaca

namanama secara bergiliran—masingmasing untuk

menghapus satu ingatan dari dunia. Jika salah

satu tidak melafalkan nama dengan tepat, sistem

akan memutus hubungan keluarga selamanya.

Raka terlambat. Ia baru sadar: dia sendiri

adalah hasil dari ritual itu. Nama ayahnya

disengaja dilupakan demi menjaga kestabilan

sistem. Kini, sistem menuntut ganti rugi. Tiga

hari tersisa. Jika Raka tidak menghadiri ritual

bulan purnama di lokasi aslinya—dan membacakan

nama ayahnya—seluruh memori keluarganya akan

diganti dengan versi "bersih" dari data tahun

2023.

Di malam hari, ia berdiri di depan rumah tua

yang sudah runtuh. Udara panas, angin berbisik

namanama yang tak bisa diucapkan. Tidak ada

katakata. Hanya api yang menyala tanpa bahan

bakar. Saat jari Raka menyentuh batu nisan yang

belum pernah ia lihat, semua kenangan masa

kecilnya—suaranya, ciuman ibu, bahkan rasa

pisang goreng—berubah menjadi gambar ilustrasi

dari buku pelajaran sekolah.

Tidak ada tangis. Tidak ada jerit.

Hanya dua baris teks muncul di langit:

“Proses selesai. Nostalgia dikembalikan ke basis

data.”

Raka kembali ke kantor. Keyboard laptop menyala.

Di layar: notifikasi baru.

“Kamu telah berhasil menyelesaikan fase pertama.

Mulai dari awal?”